Cara dan Niat Mandi Wajib / Besar di Puasa Ramadhan

Niat Mandi Puasa Ramadhan
Niat mandi puasa ramadhan harus dilakukan bersamaan dengan pertama kali memercikkan air ke anggota badan. Tungkai yang pertama kali disiram bisa berupa, naik, turun atau tengah. Jika pertama kali Kamu melempar air ke salah satu anggota badan tidak disertai niat, maka anggota tubuh harus disiram lagi mengingat mandi pertama tidak dianggap termasuk dalam aktivitas mandi besar.

Misalnya, ketika Kamu memulai mandi besar Kamu pertama-tama menyiram wajah tetapi tidak dengan niat. Setelah itu Kamu menyirami dada dengan niat. Dalam hal ini wajah yang telah basah dengan semprotan pertama dianggap belum disiram karena penyiraman dianggap tidak termasuk dalam kegiatan mandi besar karena tidak ada niat. Karena itu wajah harus disiram lagi. Penyiraman ulang ini adalah semprotan yang memasuki aktivitas mandi besar mengingat dilakukan setelah penyiraman di dada disertai dengan niat.

Lalu apa yang seharusnya dimaksudkan untuk mandi besar? Dalam mandi besar jika orang yang melakukannya adalah orang yang junub (karena hubungan suami istri), maka ia berniat mandi untuk menghilangkan orang yang sedang mood. Kalimat:
نَوَيْتُ الغُسْلَ لِرَفْعِ الجِنَابَةِ
Nawaitul ghusla li raf’il janâbati
“Saya berniat mandi untuk menghilangkan jenabat”
Sedangkan bagi bagi perempuan yang haid atau nifas ia berniat mandi untuk menghilangkan haid atau nifasnya. Kalimatnya:
نَوَيْتُ اْلغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَيْضِ atau  لِرَفْعِ النِّفَاسِ
Nawaitul ghusla li raf’il haidli” atau “li raf’in nifâsi
“Saya berniat mandi untuk menghilangkan haidl” atau “untuk menghilangkan nifas”
 Atau baik orang yang junub, haid maupun nifas bisa berniat dengan kalimat-kalimat sebagai berikut:
نَوَيْتُ اْلغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ الْأَكْبَرِ
Nawaitul ghusla li raf’il hadatsil akbari
“Saya berniat mandi untuk menghilangkan hadats besar”
Ratakan air ke bagian luar semua anggota badan. Jika hanya ada beberapa bagian tubuh yang belum terpapar air, mandi dianggap tidak sah dan orang tersebut dianggap masih dalam keadaan meninggal sehingga dilarang melakukan pekerjaan yang tidak boleh dilakukan oleh orang-orang dengan ritual besar seperti sholat, pembacaan, membaca, menyentuh Al-Qur'an dan sebagainya.

Karena itu dalam melakukan mandi besar, diperlukan kehati-hatian agar tidak ada bagian tubuh yang tertinggal belum terkena air. Lipatan tubuh yang biasa terjadi pada orang gemuk, kulit di bawah kuku panjang dan membersihkan kotoran di dalamnya, bagian belakang telinga dan bagian depan yang beralur, selangkangan paha, antara dua bokong yang saling menempel, kulit dada di bawah Menggantung payudara, dan juga kulit kepala di bawah rambut tebal adalah bagian tubuh yang harus diperhatikan dengan benar ketika melakukan mandi besar agar tidak terkena air sedikit pun.

Sumber: Rukun dan Tata Cara Mandi Besar

Aplikasi Uptodit.com untuk Android

Download Aplikasi Uptodit.com
Langganan Postingan